Rabu, 09 Maret 2016

Prosedur Dalam Implementasi HSE

Prosedur Dalam Implementasi HSE 
Proses dan Prosedur Implementasi HSE

Sebagai sebuah sistem manajemen modern, maka dokumentasi untuk panduan dan pengimplementasian harus disusun dan disahkan untuk digunakan. Jenis dan tipe dokumen-dokumen tersebut tergantung dari ukuran organisasi, jenis usaha, kompleksitas proses yg terlibat dalam organisasi tersebut, tetapi paling tidak secara umum dokumen-dokumen tersebut adalah :

1. Kebijakan HSE dan/atau Sekuriti dan/atau Mutu 
2. Proses-proses yang diperlukan untuk operasional perusahaan dan pengendaliannya.
3. Prosedur-prosedur yang dibutuhkan untuk mendukung point 2
4. Panduan/guideline
5. Form-form isian yang berguna untuk kerangka pencatatan sebuah aktifitas atau bukti pencapaian sebuah proses tertentu.

Untuk hal di atas, sudah ada standard-standard International/National HSE seperti:
  • ISO 14001 untuk Sisten Manajemen Environment
  • OHSAS 18001 untuk Occupational Health and Safety.
  • OSHA untuk Occupational Health and Safety
  • K3 untuk Occupational Health and Safety (standard Depnaker – Indonesia)
  • ISM – untuk Occupational Heath and Safety
Di beberapa Perusahaan besar dan Perusahaan2 Oil & Gas, fungsi HSE ditempatkan ( kotak ) di- leher Direktur atau Dir.Utama, tujuannya agar HSE tidak memihak ke-salah satu fungsi dalam suatu organisasi / independent.

Nah, di kantor kita, HSE ini disebut pula SHE dibawah divisi QHSE. Mengapa??? Karena yang diutamakan adalah Safety First. Jadi SHE merupakan singkatan dari Safety, Health and Environment dengan motto "Safety 4 Business" dimana divisi QHSE langsung dibawah kontrol Direktur.

Untuk dasar landasan HSE yang ada di kantor kita, mengacu pada aturan sistem K3LL yang dikeluarkan oleh Depnaker dengan gabungan beberapa aturan yang dikeluarkan oleh holding kita, PT. Elnusa TBK.




Langkah Dalam Penerapan ISO 9001:2008

Langkah Dalam Penerapan ISO 9001:2008 

Langkah Implementasi ISO 9001:2008 Dalam Perusahaan

Ada 6 dasar implementasi ISO yang sangat perlu diketahui oleh anda yang memiliki rencana membangun manajemen kualitas yang konkrit dalam sebuah perusahaan. Kendati tak mudah tapi jika dilakukan bersama pastilah akan terwujud.

Berikut ulasannya :

Tahap 1 : Gap Analysis

Akan menganalisis proses dan prosedur yang selama ini sudah berjalan disuatu organisasi, setelah itu bisa diketahui seberapa besar ‘gap’ antara proses yang sudah berjalan dengan yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008. Hasil dari gap analysis ini akan menjadi acuan sistem manajemen mutu di organisasi tersebut.

Tahap 2 : Pelatihan dan Persiapan

KONSULTAN ISO 9001 akan memberikan pelatihan pemahaman terhadap ISO 9001:2008 agar para karyawan mempunyai pemahaman yang cukup terhadap ISO 9001:2008. Sehingga proses penerapan ISO 9001:2008 dapat berjalan dengan lancar.

Tahap 3 : Pengembangan Sistem dan Dokumen

Konsultan ISO 9001 akan membimbing dalam pembuatan dokumen yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008 mulai dari manual mutu, prosedur wajib, instruksi kerja, sampai form-form yang harus dibuat. Konsultan ISO 9001 juga akan membenahi sistem manajemen mutu yang berlaku di perusahaan agar sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh ISO 9001:2008.

Tahap 4 : Implementasi Sistem dan Dokumen

Pada tahapan ini, organisasi wajib menerapkan sistem manajemen mutu yang sesuai dengan ISO 9001:2008. ISO 9001:2008 sendiri wajib diterapkan minimal selama tiga bulan sebelum mengajukan diri untuk diaudit oleh Badan Sertifikasi. Selama tahapan ini, Konsultan ISO 9001 akan memonitor penerapan untuk menjamin semua prosedur yang telah dibuat dijalankan dan semua rekaman dibuat dan dipelihara.

Tahap 5 : Audit Internal dan Tinjauan Manajemen

Audit internal dan Tinajauan Manajemen adalah dua kegiatan yang wajib dilakukan oleh organisasi yang menerapkan ISO 9001:2008. Dua kegiatan itu dilakukan untuk menjamin semua persyaratan yang diminta oleh ISO 9001:2008 telah dipenuhi. Untuk menjamin pelaksanaan audit internal dan tinjauan manajemen berjalan dengan baik, Konsultan ISO 9001 akan memberikan pelatihan bagaimana melakukan audit internal di dalam sebuah organisasi. Setelah itu, Konsultan ISO 9001 akan mengawasi pelaksanaan internal audit dan tinjauan manajemen.

Tahap 6 : Sertifikasi

Sebelum audit dilakukan oleh Badan Sertifikasi, Konsultan ISO 9001 akan melakukan pre-assesment audit. Audit ini dilakukan untuk meminimalisir adanya temuan atau ketidaksesuaian pada saat audit dilakukan oleh Badan Sertifikasi.

Semua langkah diatas dilakukan untuk menjamin bahwa perusahaan dapat memperoleh manfaat dari penerapan ISO 9001:2008 dan juga sertifikat dari Badan Sertifikasi yang diakui.


Semoga bermanfaat


SALAM SUKSES

Definisi Serta Pengertian ISO 9001:2008

Definisi Serta Pengertian ISO 9001:2008
Definisi Pengertian ISO

Badan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu ini awal mula di bangun oleh satu badan internasional di Swiss yang berkedudukan di Genewa, Swiss. Dimana dikeluarkan pertama kali pada tahun 1987 dan telah mengalami perubahan / revisi sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1994 dan 2008. 

Perlu diketahui Standar ISO 9001 dimaksudkan untuk berlaku bagi semua organisasi dengan berbagai skala dan bidang industri dengan tidak mensyaratkan cara tertentu tentang bagaimana organisasi harus memenuhi persyaratan, melainkan "hanya menunjukkan mengenai pedoman yang harus dipenuhi". Ini lebih kedalam apa yang bisa "perusahaan" lakukan untuk mengelola proses, atau aktivitas, sehingga produk atau jasa memenuhi tujuan (visi misi yang telah ditetapkan perusahaan tersebut. 

Contoh :
  • Persyaratan kualitas pelanggan,
  • Lingkungan
  • Sesuai dengan peraturan
Menurut wikipedia ISO 9001 adalah standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.

Generic standar berarti standar yang sama dapat diterapkan pada berbagai organisasi, besar atau pun kecil, apapun product dan layanannya, dalam sembarang actifitas suatu sektor, dan apakah itu adalah perusahaan business, layanan public atau departemen pemerintahan dan menurut prinsip ISO, sebuah organisasi harus menunjukkan kemampuan untuk memenuhi atau melampaui kepuasan pelanggan dalam hal fungsi produk, kualitas, dan kinerja.

Ini bisa dilakukan dengan melakukan aktivitas yang merujuk kepada perbaikan seperti : Audit internal, audit oleh klien, dan audit oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga independen.

Ketahui! 3 Prinsip Dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Ketahui! 3 Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Ketahui! 3 Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan salah satu sarana atau instrumen yang dapat memberikan proteksi pada pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. Terdapat 3 (tiga) hal utama yang menjadi prinsip dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang perlu untuk diperhatikan yaitu :

1. Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
2. Status Kesehatan Pekerja
3. Pengkajian Bahaya Potensial Lingkungan kerja

#UPAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

Upaya K3 merupakan sebuah usaha penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya maupun masyarakat sekelilingnya agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini :

A. Kapasitas Kerja

Kapasitas kerja merupakan kemampuan fisik dan mental seseorang untuk melaksanakan pekerjaan dengn beban tertentu secara optimal, dimana kapasitas kerja seseorang dipengaruhi oleh kesehatan umum dan status gizi pekerja, pendidikan dan pelatihan. perlu diketahui bahwa tingkat kesehatan dan kemampuan seseorang pekerja merupakan modal awal utuk melaksanakan sebuah pekerjaan.

B. Beban Kerja

Beban kerja meliputi beban kerja fisik dan mental yang dirasakan oleh pekerja dalam melakukan pekerjaannya. beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang juga dapat berpengaruh terhadap perilaku dan hasil kerjanya.

C. Lingkungan Kerja

Lingkungan Pekerja adalah lingkungan di tempat kerja dan lingkungan pekerja sebagai individu atau lingkungan di luar tempat kerja. Pengertian yang lain dari lingkungan kerja adalah faktor-faktor di lingkungan tempat kerja tersebut yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pekerja. Faktor-faktor tersebut antara lain
  • Faktor fisika (kebisingan, getaran, suhu, dsb),
  • Faktor Kimia (semua bahan kimia yang dipakai dalam proses kerja)
  • Faktor Biologi (Bakteri, virus, mikrobiologi lainnya)
  • Faktor Faal ergonomi
  • Faktor Psikososial (Stress kerja)
#STATUS KESEHATAN PEKERJA

Status kesehatan seorang pekerja dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor utama yaitu :

1. Lingkungan Kerja
2. Perilaku Pekerja
3. Pelayanan Kesehatan Kerja
4. Faktor Herediter (Genetik)

1. Lingkungan Kerja

Yang dimaksud dengan lingkungan kerja disini adalah lingkungan tempat melakukan pekerjaan, misalnya bangunan, peralatan, bahan, orang/pekerja lain, dan lain sebagainya.

Lingkungan kerja juga merupakan faktor-faktor di lingkungan tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pekerja.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan seorang pekerja yaitu :

1. Faktor 

Fisik antara lain : Suara (Kebisingan), Radiasi, Suhu (Panas/dingin), Vibrasi (Getaran), Tekanan Udara (Hiperbarik/Hipobarik), Pencahayaan.
Bahaya atau gangguan kesehatan yang dapat timbul dari faktor lingkungan ini :

1. Tuli permanen akibat kebisingan (misalnya ruang Generator, bengkel reparasi alat, dll)
2. Heat stress, (misalnya ruang Generator, dapur, laundry, dll)
3. Raynaud’s syndrom karena getaran (Generator, bengkel dll)
4. Leukemi akibat radiasi (X-ray, Radioterapi dll)
5. Kelelahan mata karena pencahayaan yang kurang,
6. Kecelakaan misalnya : boiler meledak, jatuh ditangga, tersekap di lift, dll

2. Faktor Kimia. 

Yang termasuk dalam lingkup kerja kimiawi adalah semua bahan kimia yang digunakan dalam proses kerja di lingkungan kerja yang berbentuk :
  • Debu (asbes,berilium,biji timah putih,dll)
  • Uap (Uap logam)
  • Gas (Sianida, gas asam sulfida,CO,dll)
  • Larutan (asam kuat atau basa kuat
  • Bahaya bahan kimia dapat berasal dari :
  • Desinfektans pensuci hama (misalnya ruang Bedah, Obsgyn, dll) dapat menyebabkan gangguan pernafasan, dermatitis
  • Uap zat anaestesi (misalnya ruang Operasi) dapat menimbulkan gangguanpernafasan
  • Mercuri (Tensimeter pecah, termometer dll) dapat menyebabkan kecelakaan misalnya luka.
  • Debu zat kimia (Gudang obat, desinfektan dll) dapat menyebabkan Gangguan Pernafasan yang dapat menjadi Kanker paru-paru dalam jangka panjang
  • Keracunan (zat desinfektan, Insektisida)
  • Ledakan /kebakaran oleh zat kimia/gas O2, dll.

3. Biologi

1. BAKTERI. Penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri, misalnya: penyakit antraks, Penyakit TBC,dll
2. VIRUS. Penyakit yang dpt disebabkan oleh virus,misalnya : Hepatitis (nakes di RS), Rabies (petugas laboratorium), dll
3. JAMUR,misalnya : Dermatofitosis terdapat pada pemulung, tukang cuci, dll.
4. PARASIT, misalnya : Ankilostomiasis, tripanosomiasis yang biasanya diderita oleh pekerja diperkebunan,pertanian, kehutanan, dll
· Faktor Faal ergonomic
Biasanya disebabkan oleh peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh atau anggota badan (tidak ergonomik). Hal ini dapat menimbulkan kelelahan secara fisik dan adanya keluhan-keluhan dan gangguan kesehatan, misalnya : Carpal tunnel syndrome, tendinitis, tenosynovitis, dan lain sebagainya.
· Faktor Psikologi Yaitu suasana kerja yang tidak harmonis misalnya pekerjaan monoton, upah yg kurang, hubungan atasan-bawahan yg kurang baik, dll. Hal tersebut Dapat menimbulkan stres kerja dengan gejala psikosomatis berupa mual, muntah, sakit kepala, nyeri ulu hati, jantung berdebar-debar, dll.

2. Perilaku Pekerja

Di pengaruhi antara lain oleh pendidikan, pengetahuan, kebiasaan-kebiasaan&fasilitas yang tersedia. Jadi erat kaitannya dengan faktor-faktor ekonomi, sosial &budaya.
Perilaku kerja akan mempengaruhi kapasitas kerja, beban kerja serta cara melaksanakan pekerjaan.

3. Pelayanan Kesehatan Kerja

Program Pelayanan Kesehatan Kerja, meliputi :

1. Pelayanan promotif
2. Pelayanan preventif
3. Pelayanan kuratif
4. Pelayanan rehabilitatif.
5. Faktor Genetik (Herediter)

Dibandingkan denganKetiga faktor lainnya faktor genetik ini sangat kecil peranannya terhadap status kesehatan seorang pekerja. Namun faktor genetik seseorang dpt menyebabkan seorang pekerja lebih rentan terkena suatu penyakit.


Semoga bermanfaat




SALAM SUKSES

Pengertian Dari K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)


Definisi Atau Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.

Menurut Mangkunegara (2002, p.163) Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah
karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

Menurut Suma’mur (2001, p.104), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja.

Mathis dan Jackson (2002, p. 245), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.

Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut.


Semoga bermanfaat

SALAM SUKSES


referensi :

sumber :http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/10/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3.html
http://ppnisardjito.blogspot.com/2012/06/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-bagi.html

Kiat-Kiat Menjadi Pemimpin Yang Baik

20 Tips dan Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik dan Di Cintai
20 Tips dan Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik dan Di Cintai

Agar menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana, diperlukan sebuah pengalaman dan ilmu kepemimpinan yang dimana adalah seni seseorang mengharuskan mampu mempengaruhi orang dan memberikan sebuah hasil dari apa yang telah di tetapkan.

Perlu Anda ketahui dalam mempelajari ilmu kepemimpinan cukup ada banyak strategi dan cara yang harus dipelajari dan dilakukan untuk menjadi pemimpin baik agar bisa mencapai hasil yang maksimal dan itu tidak didapat melalui sebuah program belajar formal, melainkan dengan kumpulan pengalaman yang berarti.

Selain itu ada prinsip dan trik dalam membangun diri agar memiliki mental kepemimpinan dan kharisma yang kuat. Berikut adalah ulasannya :

1. Mampu mempengaruhi melalui perkataan (komunikasi yang baik)

Setelah fase pertama dilewati maka dalam poin ini akan menjadi penguat Anda dalam mendelegasikan dan melakukan komunikasi sosial lainnya pada tim Anda. Pemimpin juga bisa memberikan pengaruh terhadap keputusan yang Ia putuskan. Karena setiap keputusan yang diambil dan ditetapkan maka anggotanya juga pasti akan mengikuti apa yang menjadi keputusan dari pemimpin Anda tersebut.

Jika pemimpin tersebut tidak bisa memutuskan dengan baik maka jalur yang ditempuh juga pasti tidak akan berjalan dengan baik. Dalam hal ini juga pemimpin haruslah mempunyai jalinan komunikasi yang baik, karena pemimpin jika tidak memberikan jalinan komunikasi yang baik maka akan berpengaruh kepada bawahan-nya yang lain. Mereka akan mengikuti apa yang menjadi ucapan dari pemimpin tersebut secara tidak langsung, kadang salah dalam penyampaian juga dapat membawa masalah miss communication. Untuk itu berpikirlah sebelum Anda berbicara di hadapan anggota tim Anda.

Setelah itu yang perlu Anda ingat pula adalah pemimpin harus memegang sebuah kepercayaan dan memberikan kepercayaan itu kepada anggotanya. Anda dapat memulai memberikan sebuah kepercayaan dengan memberi tugas yang simple. Tentunya Anda tidak ingin salah memberikan kepercayaan hingga berakibat fatal terhadap perusahaan atau organisasi yang dijalani.

2. Jangan takut akan kegagalan besar

Untuk menjadi seorang pemimpin besar tidak ada yang berjalan tanpa satu hambatan sekecil apapun itu. Akan ada banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi dan dilewati dengan kekuatan sebagai seorang pemimpin. Bukan tanpa alasan, karena ketika seorang pemimpin memiliki sikap kuat, tegar dan pantang menyerah terhadap apa yang dihadapinya, ini akan jelas berpengaruh terhadap perkembangan anak buah dan juga perusahaannya. Jangan takut akan suatu kegagalan, sekalipun itu termasuk kegagalan yang menurut kita besar. Saat kita mampu menghadapi dan bangkit, itulah saat dimana kita sudah melewati satu bagian untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.

3. Memimpin dengan hati

Ini adalah senjata terakhir Anda jika dalam pelaksanaannya memang memerlukan kesabaran dan perhatian lebih kepada tim. Percayalah segala yang berasal dari hati akan sampai kepada hati pula. Perlakukanlah mereka dengan rasa cinta, dengan begitu Anda akan menjadi pemimpin yang dicintai pula.

4. Usir keraguan terhadap diri sendiri

Ada kalanya seorang pemimpin merasa dirinya tidak bisa dan tidak berguna untuk anak buah dan perusahaannya. Meragukan diri sendiri akan secara perlahan menumbuhkan keraguan bahwa perusahaan akan mampu untuk tumbuh besar. Jangan ragukan sedikitpun kemampuan diri kita dalam memimpin suatu perusahaan atau seseorang. Saat ada mereka yang memilih kita untuk menjadi seorang pemimpin, maka itu prestasi yang patut kita banggakan. Usir keraguan terhadap diri sendiri dengan memuji apa yang telah kita capai, tapi ingat jangan terlalu berlebihan. Jadikan ini sebagai prestasi untuk diri sendiri, dan untuk menumbuhkan semangat terhadap diri sendiri.

5. Memimpin dengan Tegas dan Adil

Ketegasan seorang pemimpin juga sangat dibutuhkan. Pemimpin yang tidak tegas akan membawa juga pengaruh kepada anggotanya sehingga anggota juga akan bersikap acuh tak acuh. Tetapi seorang pemimpin yang tegas dapat mampu membangkitkan suasana dan juga mampu memberikan semangat kepada anggotanya. Bersikap tegas artinya mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Jika A maka A, jika B maka B, tanpa sikap yang tegas pemimpin tidak bisa berlaku adil.

Memiliki inspirasi juga bisa dilakukan oleh para pemimpin, karena berawal dari inspirasi maka sebuah motivasi juga akan timbul. Dari sana kita juga bisa melihat ternyata pemimpin seperti inilah yang bisa membantu kita untuk termotivasi menjadi pemimpin di kemudian hari. Menjadi seorang pemimpin dapat juga memberikan pengaruh kepada orang lain untuk alasan yang bermanfaaat, dengan cara Ia juga harus mampu fokus kepada apa yang menjadi prioritas utama.


Seorang pemimpin tidak akan mampu/bisa memberikan pengaruh kepada orang lain untuk alasan yang bermanfaat jika pemimpin tersebut masih merasa takut. Seorang pemimpin harus bisa menunjukkan kepada anggotanya bahwa Ia juga mampu menghilangkan rasa takut dan berani untuk keluar dari zona nyaman-nya.

6. Jangan puas dengan solusi standar

Untuk menjadi seorang pemimpin besar, kita dituntut untuk mampu menerima dan memberikan solusi yang terbaik atas apa yang sedang terjadi. Saat dalam diskusipun, jangan puas dengan solusi yang dirasa standar. Jika memang ada anak buah Anda yang memiliki solusi lebih baik, jangan malu untuk mengakuinya, dan jangan paksakan solusi yang standar itu untuk muncul dan mendominasi, karena Anda adalah seorang pemimpin. Menjadi bijaksana terhadap masalah dan solusinya, adalah salah satu kunci menjadi pemimpin yang baik.

7. Mengukur dan menghargai kinerja

Pemimpin hebat selalu punya “denyut” terhadap kinerja bisnis dan orang-orang yang bekerja keras. Mereka tidak hanya memperhatikan angka-angka, tapi juga secara aktif menghargai kerja keras orang — apa pun hasil akhirnya. Pemimpin sukses tidak pernah sebelah mata memandang pegawai yang bekerja keras “karena memang sudah seharusnya”.

8. Mempengaruhi dengan Prinsip

Setelah melalui fase perkataan maka selanjutnya adalah dengan diperkuat oleh Prinsip. Prinsip disini adalah nilai dari kepercayaan Anda terhadap omongan dan keputusan dan terus menjaganya. Walaupun dalam mempengaruhi orang lain sebenarnya bisa dilakukan setiap orang namun tergantung dari cara orang tersebut memimpin dan tentunya tergantung dari prinsip yang Ia miliki. Mengapa?

Karena jika seseorang tidak memiliki prinsip maka Ia juga akan dengan mudah mendapat pengaruh yang mungkin saja itu pengaruh buruk. Tetapi jika seseorang memiliki prinsip yang teguh dia pasti akan menjadi seorang pemimpin yang kuat serta konsisten terhadap tantangan.

Apapun tipikal dan gaya kepemimpinan bergantung pada prinsp yang dipegangnya. Kepemimpinan tidak identik dengan  posisi, kepemimpinan adalah sebuah fungsi. Seorang pemimpin harus bisa memiliki sebuah inisaitif yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Dengan menuangkan apa yang menjadi inisiatifnya itu juga akan mampu membuat anggotanya untuk mengambil keputusan apakah akan mengikuti atau tidak.

9. Fokus pada hasil, bukan gaya

Hasil lebih diutamakan daripada hanya sebuah gaya dalam memimpin suatu perusahaan. Pastikan Anda dikenal oleh banyak orang karena hasil kepemimpinan Anda yang sangat baik, bukan hanya karena gaya kepemimpinan. Disini gaya dalam kepemimpinan memang terkesan mempengaruhi hasil dari apa yang dipimpin. Namun jangan biarkan hasil kepemimpinan Anda lebih buruk atau tidak terlihat hanya karena terlalu banyak gaya yang digunakan dalam memimpin.

10. Memperngaruhi melalui perbuatan

Ini adalah fase awal dalam membangun citra diri sebagai orang yang mampu mempengaruhi banyak orang. Kenapa merupakan fase awal?

Dalam sebuah hubungan sosial tentu kita pernah mengalami dan melihat secara langsung kerabat, saudara ataupun guru yang menginspirasi kita. Apakah itu terjadi begitu saja? Tentu saja tidak, ada sebuah tindakan yang dilakukan oleh "sang pujaan" kita sehingga kita merasa tertarik dan termotivasi karenanya. Seperti : Piawai berpidato, berceramah, piawai dalam mengerjakan hal-hal teknis dan piawai dalam hal lainnya.

Setelah itu, apakah Anda akan melakukan apa yang dikatakan oleh sang inspirator? Tentu iya bukan, ini karena telah terjadi hukum ketertarikan yang tanpa kita sadari telah terjadi.

11. Menjaga yang sudah terbentuk

Pastikan untuk lebih memantapkan diri menjadi seorang pemimpin yang baik, Anda harus mampu menjaga apa yang sudah terbentuk sebelumnya. Jangan mudah terpengaruh dengan arus yang membawa Anda merubah apa yang sudah ada. Lakukan dan pastikan setiap perubahan Anda lakukan untuk menuju menjadi yang lebih baik, bukan hanya dengan alasan mengikuti perkembangan zaman yang sedang trend. Ini akan menjadi buruk, saat Anda mudah tergoyah dan merusak segalanya.

12. Menantang orang untuk berpikir

Pemimpin sukses memahami kemampuan serta kelemahan kolega mereka. Mereka menantang kolega untuk berpikir, dan membantu mereka untuk lebih mengembangkan kemampuan. Jenis pemimpin seperti ini amat piawai dalam mendorong perkembangan pegawai, sehingga orang tidak mudah terlena serta terus tumbuh. Jika Anda tidak berpikir, Anda berarti tidak belajar hal yang baru. Jika Anda tidak belajar, berarti Anda tidak berkembang — dan lama-lama Anda akan jadi tidak penting di pekerjaan.

13. Dapat diandalkan

Pemimpin sukses membiarkan dirinya diatur oleh kolega. Perhatikan: diatur, bukan dikendalikan. Pemimpin membuktikan diri dapat diandalkan sehingga para bawahan jadi yakin bahwa mereka akan dibantu ketika dalam kesulitan. Dengan membimbing dan mendukung pegawai, sikap dapat diandalkan juga menunjukkan bahwa bos tidak cuma peduli dengan kariernya, tapi juga karier pegawai.

14. Bagi seorang introvert, belajarlah bertindak sebagai ekstrovert

Entah apa yang Anda miliki, introvert ataupun ekstrovert, namun semua itu merupakan anugerah yang pasti Anda butuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang besar. Kita tahu bahwa introvert bukanlah tipe pemimpin yang dibayangkan oleh orang banyak, tapi dunia membuktikan bahwa banyak pemimpin besar yang berawal dari sebuah introvert. Nah, untuk kita yang merasakan diri sebagai seorang introvert, jangan berkecil hati. Kita bisa menjadi seorang pemimpin besar, salah satu caranya yaitu dengan kemampuan untuk bertindak seperti seorang ekstrovert. Mungkin terlihat seperti berpura – pura dan tidak menjadi diri sendiri. Tapi terkadang pura – pura diperlukan saat kita belajar untuk menjadi seorang pemimpin besar.

15. Memberi contoh

Memberi contoh terdengar gampang, tapi kenyataannya banyak pemimpin yang gagal di hal yang satu ini. Nah, pemimpin sukses memberi dan melaksanakan contoh yang mereka berikan. Mereka tahu bahwa mereka diamati oleh bawahan.

16. Energi dan perilaku positif

Pemimpin sukses menciptakan budaya kerja yang positif sehingga para bawahan termotivasi bekerja. Mereka disukai dan dihargai. Mereka tidak mau momentum terganggu oleh kegagalan.

17. Menjadi guru

Banyak pegawai mengeluh, bos mereka tidak mau lagi mengajari mereka. Tetapi pemimpin sukses tidak pernah berhenti mengajari bawahannya, sebab mereka sendiri juga haus pengetahuan. Pemimpin sukses akan meluangkan waktu untuk membimbing kolega mereka serta mendukung pegawai yang memang terbukti mampu untuk maju.

18. Memperkokoh hubungan

Pemimpin yang sukses tidak berfokus mempertahankan “kerajaannya” — justru sebaliknya, mereka mengembangkan wilayah dengan memperkokoh hubungan yang saling menguntungkan. Pemimpin sukses berbagi hasil kesuksesan untuk menciptakan momentum dengan mereka yang ada di sekeliling.

19. Menikmati tanggung jawab

Pemimpin sukses memang menyukai jadi pemimpin. Bukan karena kekuasaan yang didapat, tapi karena dampak bermanfaat yang bisa mereka ciptakan. Bila Anda sudah meraih posisi senior, ini berarti Anda harus melayani orang lain dan Anda baru bisa melakukannya bila benar-benar menyukai pekerjaan. Pada akhirnya, pemimpin sukses akan mampu mempertahankan keberhasilan karena 15 hal yang dibahas di atas dapat membantu mereka meningkatkan nilai organisasi, dan di saat yang bersamaan mengurangi risiko.

20. Tetap murah hati

Dan yang terakhir, yang paling penting. Tetaplah menjadi seorang yang murah hati. Jangan biarkan sebuah jabatan membuat kita lupa siapa diri kita sebelum ini. Pemimpin besar yang berhasil dan dihargai banyak orang adalah mereka yang sukses menguasai diri untuk tetap menjadi murah hati. Latih diri kita untuk tetap menjadi pemimpin yang rendah hati dan tidak terlalu berfikir untuk selalu diatas. Menjadi murah hati juga akan membawa kita untuk terus belajar dan belajar lebih baik dari sebelumnya.




Semoga bermanfaat


SALAM SUKSES

Kiat Menjadi Pemimpin Visioner

Cara Menjadi Seorang Pemimpin Visioner
Cara Dahsyat Menjadi Pemimpin Visioner
Cara menjadi pemimpin baik yang visioner adalah kebutuhan masa kini. Banyak orang mengagumi para pemimpin visioner seperti Steve Jobs, Elon Musk, dan Oprah Winfrey. Namun, pernahkah kita berpikir bagaimana mereka bisa seperti itu. Apakah mereka lahir dengan bakat atau mereka memang mampu mengembangkan wawasan dan melihat industri bisnis dari sudut pandang lain?

Menurut B. Keith Simerson, penulis buku Leading With Strategic Thinking: Four Ways Effective Leaders Gain Insight, Drive Change, and Get Results, hal tersebut bisa dipelajari agar kita bisa mengikuti jejak para orang sukses tersebut. Jika kamu ingin tahu bagaimana meningatkan kemampuan visioner kamu,seperti yang dikutip dari liputan6.com, berikut ini tipsnya :

1. Belajar menganalisis tren

"Menciptakan visi dimulai dari observasi," kata Simerson. Itu sebabnya pemimpin visioner terus mengkaji, tidak hanya pada industri dan perusahaan mereka sendiri tapi juga perusahaan lain.

"Pemimpin visioner sangat lihai dalam memilah tren dan peluang untuk menggangu status quo," lanjut dia, "seperti rajin mencatat dan mendokumentasikan hasil rapat. Kemudian melakukan pengamatan setiap hari dan meluangkan waktu untuk meninjau catatan."

Pendekatan lain adalah dengan mencari pengalaman baru. Misal kamu bisa dantang ke acara seminar di luar kompetensi yang kamu miliki. hal tersebut cara untuk mengindentifikasi pola tren dan mengekspolari peluang baru.

2. Memperhatikan hal detail setiap hari

Selain pengamatan tren, pengamatan yang detail juga sangat penting untuk menjadi pemimpin visioner. Memerhatikan kegiatan sehari-hari dan mencoba melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda.

3. Perencanaan mendalam ketika meraih peluang

"Pemimpin visioner meraih keuntungan dengan memanfaatkan perubahan situasi," kata Simerson. Jeff Bezos berpikir buku adalah hal pertama yang dijual untuk memulai Amazon.com. Namun, ke depanya bisa menjual banyak jenis barang lainnya. Walt Disney selain memproduksi film tapi kemudian juga menjual merchandise. Pertimbangkan kemungkinan peluang lain yang bisa saja muncul.

4. Jangan menunggu sampai sempurna

Seperti Iphone dan Ipad. Kamu harus bisa melakukan inovasi dari waktu ke waktu. "Pemimpin Visioner tidak berhenti dengan upaya pertama mereka," kata Simerson. Mereka tidak malu menyampaikan ide dan menerima masukan.

5. Berbagi visi dengan orang lain

"Banyak pemimpin gagal karena berasumsi bahwa sebuah ide yang bagus harus bisa diterima orang lain." Kamu harus berfikir bagaimana menanamkan visimu di benak mereka. Jangan membuat kesalahan dengan mengerjakan ide brilian sendirian. Dukungan aktif orang lain akan membuat visi lebih cepat terlaksana.



Semoga bermanfaat

SALAM SUKSES